Skip to main content

[Hujan018] Bottlesmoker - Let's Die Together In 2012 (B-side Rarities)

Audio Preview

audio
[Hujan018] Bottlesmoker - Let's Die Together In 2012 (B-side Rarities)


Published April 29, 2011


Music by Bottlesmoker
Cooperative Producer by Dissa Kamajaya
Mastered by Bakti Aditya Putra
Liner Notes by Dimas Ario
Artwork by Wawbaw
Released and Published by Hujan! Rekords, 29 April 2011.


Notes

Suatu ketika di tahun 2008, kebetulan tepat di bulan April, saya sedang kebingungan mencari satu band lagi yang akan membuka acara release party untuk majalah tempat saya bekerja dulu. Rekan kerja saya mengusulkan Bottlesmoker. Saat itu saya baru pertama kali mendengar nama mereka. Dari namanya, saya sempat mengira musik yang mereka mainkan tidak jauh dari unsur distorsi yang riuh.
Karena acara diadakan di sebuah toko buku, maka pertanyaan pertama yang saya ajukan ke teman saya itu, “Kencang nggak musik mereka?”
Pertanyaan saya yang naif tersebut terjawab dengan sendirinya ketika duo Anggung Kuy Kay (Angkuy) dan Ryan Nobie Adzani (Nobie) membuka acara dengan alunan musik elektronik yang penuh dengan atmosfir hangat dan ceria. Jauh dari unsur distorsi yang memekakkan telinga.
Sejak saat itu, keberadaan grup ini selalu saya amati. Dan seiring waktu, saya terus berdecak kagum kepada kegigihan mereka dalam mengenalkan musik Bottlesmoker kepada khalayak yang lebih luas. Tentunya dengan ideologi Free+Music+Share=Love yang mereka terus junjung dan tiupkan.
Musik Bottlesmoker walaupun masih terdengar ramah dan menyenangkan bagi telinga, namun tetap saja memiliki resiko besar untuk diacuhkan banyak orang mengingat tidak adanya alunan vokal dalam setiap lagu. Terlebih dengan kebiasaan orang Indonesia yang suka bernyanyi atau bersenandung kapan saja dan dimana saja, musik seperti Bottlesmoker tentunya akan mudah diabaikan.
Tapi inilah kehebatan grup yang berdiri dari tahun 2005 ini. Diam tapi pasti, mereka menjawab semua keraguan dan mendobrak semua kebiasaan yang dulu pernah ada: bahwa kini musik elektronik instrumental yang notabene berada di arus pinggir memiliki kedudukan yang sama dengan musik populer. (salah satu bukti: belum lama ini Bottlesmoker tampil pada acara musik di televisi nasional di pagi hari.)
***
Beberapa bulan lalu, saya mendapat cerita dari salah seorang teman yang menangani merchandise Tote Bag dari Bottlesmoker. Ia mengaku kerepotan karena sangat banyak permintaan yang ada. Dan permintaan itu berasal dari banyak kota di Indonesia. Teman saya itu cukup terkejut karena ternyata penggemar Bottlesmoker sudah sedemikian luasnya.
Belum lagi jika berbicara mengenai kiprah Bottlesmoker di luar negeri, terlalu banyak yang harus diceritakan. Tulisan ini pun bisa bertambah panjang. Singkat cerita dan ini juga kabar terbaru, mereka baru saja pulang dari tur 5 kota di Asia dengan membawa senyum dan cerita membanggakan untuk musik Indonesia.
Perjalanan Bottlesmoker yang tepat di hari ini tanggal 29 April 2011 menginjak usia keenam masih akan berjalan panjang. Dan di momen bahagia ini, mereka mengajak kita untuk napak tilas. Kembali pada masa awal terbentuknya duo yang terdiri dari dua mahasiswa Jatinangor yang dulu terlalu pemalu untuk datang ke banyak acara musik di kota Bandung. Karena sifat pemalu mereka, maka Angkuy dan Nobie kala itu banyak menghabiskan waktu di kamar untuk meramu musik yang menjadi saluran sempurna dari apa saja yang mereka rasakan dimana kesepian dan perasaan terasing mendapat porsi lebih banyak.
Oleh sebab itu, tidak heran jika lagu-lagu dalam album ini terasa lebih gelap dan dingin. “Dulu pola aktifitasnya cuma kampus, kos, kampus, kos. Udah itu aja. Sepi banget lagi di Jatinagor itu,” jelas Angkuy saat mengingat kembali era tersebut.
Lagu-lagu ini pada akhirnya tidak dimasukkan pada debut album mereka karena perubahan arah musik seiring kepindahan Angkuy dan Nobie ke kota Bandung seraya perkembangan psikologis mereka mulai membaik dengan mendapat banyak teman dan hiburan.
***
Materi ini sedianya tidak akan pernah dirilis ke publik karena master dari lagu-lagu ini telah hilang dan hanya menyisakan file berbentuk mp3. Tapi karena itu juga, Angkuy dan Nobie merasa tertantang untuk menyelesaikan dan merilisnya “Jadi selama tiga hari gue ngolah mp3 itu yang tiap lagunya memiliki kualitas audio yang berbeda-beda. Seru. Jadinya ini eksperimen mengolah, ” tukas Angkuy.
Hasil eksperiman inilah yang kini dapat kalian dengarkan dalam album yang bertajuk Let’s Die Together in 2012 yang menjadi prelude sekaligus menjadi progres dari musikalitas Bottlesmoker saat ini.
Kini, jika ada orang yang bertanya kepada saya dengan pertanyaan yang sama dari apa yang saya tanyakan di tahun 2008: “Kencang nggak musik mereka?” Saya akan jawab, “Musik mereka ‘kencang’. Begitu ‘kencang’ hingga terdengar ke telinga banyak orang di luar sana bahkan bagi orang-orang yang sebelumnya tidak pernah mendengar musik arus pinggir seperti ini.” Dan untuk ‘kencang’nya musik mereka itu, saya dan pasti kalian semua setuju, bahwa kita semua bangga dengan Bottlesmoker.-Dimas Ario

comment
Reviews

There are no reviews yet. Be the first one to write a review.
DOWNLOAD OPTIONS
In Collection
Hujan! Rekords
In Collection
Netlabels
Uploaded by
Hujan! Rekords
on 4/29/2011
Views
53,402
Favorites
2
SIMILAR ITEMS (based on metadata)
Folksoundomy: Music and Music Albums
by Bottlesmoker
audio
eye 80
favorite 0
comment 0
Hujan! Rekords
audio
eye 12,113
favorite 1
comment 0
Disconinjaz
by Bottlesmoker
audio
eye 47,058
favorite 0
comment 0
Dystopiaq
by bottlesmoker
audio
eye 7,738
favorite 0
comment 0
Sirona-Records
by Sirona_Records
audio
eye 4,742
favorite 0
comment 0
Postunder
by Faxi Nadu
audio
eye 848
favorite 0
comment 0
Tsefula/Tsefuelha Records
audio
eye 4,147
favorite 0
comment 0
Hujan! Rekords
by Cause
audio
eye 3,864
favorite 0
comment 0
Camomille
audio
eye 4,529
favorite 0
comment 1
favoritefavoritefavorite ( 1 reviews )
Folksoundomy: Music and Music Albums
by Bottlesmoker
audio
eye 503
favorite 0
comment 0